Resensi sebuah novel : CENTURY

Mercy tidak pernah bertanya mengapa mereka tidur pada saat matahari terbit dan bangun pada saat matahari terbenam, bahkan sang adik Charity pun tampak tidak perduli. Keluarga Verga memang tidak seperti orang normal lainnya, mereka tinggal dalam kegelapan abadi dan rumah mereka selalu diselimuti es dan Mercy pun tidak pernah memikirkannya. Sampai suatu hari kehidupan Mercy yang tenang diusik dengan keberadaan sekuntum bunga snowdrop di bantalnya, bunga pertanda awal musim semi.
Sampai suatu hari Mercy bertemu dengan Claudius yang Misterius, yang memberitahukan segala hal yang tidak pernah diperbolehkan ayahnya untuk diberitahukan kepadanya. Pertemuannya dengan Claudius pun membuat Mercy kebingungan dengan apa yang harus dia percayai. Apakah dia harus percaya dengan Claudius yang baru ditemuinya atau dengan keluarga yang selama ini selalu berada di dekatnya.
Perjalannya pun dimulai dengan keyakinan bahwa dia harus melihat dan memahami segala sesuatunya sendiri sampai dia bisa menarik kesimpulan. Dengan dibantu oleh adiknya dia pun mulai menelusuri sejarah keluarga Verga, tragedy kematian ibunya sampai kepada kenyataan bahwa rumahnya yang bernama Century membeku dalam waktu.
  
Spesifikasi Buku
Pengarang : Sarah Singleton
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Kelompok : Novel
Bahasa : Bahasa Indonesia
Cover : soft cover

0 komentar:

Poskan Komentar