Perananan Sistem Informasi dalam Dunia Pendidikan


“Sekolah”, identik dengan kegiatan belajar mengajar. Beberapa tahun yang lalu di dalam kegiatan belajar mengajar guru maupun siswa hanya akan menggunakan ATK ( alat tulis kantor ) dan buku saja. Guru pun memasukan nilai siswa secara manual dengan cara memasukannya satu- persatu. Dulu cara ini lah yang dianggap paling efektif untuk kegiatan belajar mengajar. Seiring dengan perkembangan tahun, pemerintah maupun pihak-pihak independen berusaha memajukan teknologi khususnya di dunia pendidikan. Mereka berusaha memajukan taraf pendidikan agar tidak ketinggalan dengan negara-negara tetangga.
Sebuah institusi pendidikan yang baik pastilah membutuhkan sejumlah fasilitas handal semacam ruang kelas, laboratorium, perpusatakaan, dan lain sebagainya. Dengan adanya teknologi informasi, sebuah sekolah dasar dan/atau menengah akan mendapatkan manfaat yang luar biasa karena dalam waktu singkat yang bersangkutan dapat terkoneksi secara cepat dan murah dengan e-library (electronic library) yang terdapat di berbagai belahan dunia lain. Demikian pula seorang guru dapat dengan mudah mengakses laboratorium virtual dari beragam sekolah di dunia melalui akses internet.

Pendidikan Jarak Jauh Secara Online
Perkembangan teknologi selalu mempunyai peran yang sangat tinggi dan ikut memberikan arah perkembangan dunia pendidikan. Dalam sejarah perkembangan pendidikan, teknologi informasi adalah bagian dari media yang digunakan untuk menyampaikan pesan ilmu pada orang banyak, mulai dari teknologi percetakan beberapa abad yang lalu, seperti buku yang dicetak, hingga media telekomunikasi seperti, suara yang direkam pada kaset, video, televisi, dan CD. Perkembangan teknologi informasi saat ini, Internet, mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru. Layanan online dalam pendidikan baik bergelar maupun tidak bergelar pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (mahasiswa) dengan menggunakan internet sebagai media. Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.
Faktor utama dalam Pendidikan jarak jauh secara online yang dikenal sebagai distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara diatas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Penyelesaian administratif juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online.
Pendidikan jarak jauh secara online mengatasi keterbatasan yang ada pada jenis-jenis pendidikan jarak jauh yang lain (yang sebenarnya juga sudah sarat teknologi), yaitu pendidikan jarak jauh dengan satelit serta teknologi televisi. Pada kedua teknologi di atas, mahasiswa masih harus berjalan ke fasilitas-fasilitas pendidikannya; sedangkan peralatannya bersifat khusus dan mahal. Kini dengan pendidikan online lewat internet, mahasiswa dapat belajar sendiri dari rumah dengan peralatan komputer sendiri.
Untuk mengelola sedemikian banyak siswa dan guru secara efektif dibutuhkan sistem informasi terpadu yang efektif. Sistem ini tidak hanya berfungsi mengelola administrasi guru dan siswa saja, namun lebih jauh untuk membantu berbagai proses dan aktivitas belajar mengajar dari mulai pengaturan kelas, pencatatan nilai, absensi siswa, materi kurikulum, kegiatan ekstra kurikuler, sampai dengan pencatatan dan rekam jejak alumni. Dengan dicatatnya seluruh transaksi dan interaksi secara baik (tertib administrasi) dengan menggunakan teknologi informasi, maka guru akan dapat dengan mudah mempelajari kekuatan dan kelemahan serta kemajuan studi dari setiap siswa yang dimilikinya. Tentu saja hal ini sangat bermanfaat bagi perkembangan dunia pendidikan dasar dan menengah yang bertugas menghasilkan siswa didik handal dan berkualitas.

0 komentar:

Poskan Komentar