Komentar Gejolak Mesir


Layaknya negara yang senyap dengan gonjang ganjing, maka perhatian dunia pun tidak akan di arahkan keMesir. Berbeda sekali tentunya dengan Israel, Lebanon, Palestina, Korea Utara dan Selatan yang memang selalu menyedot perhatian dunia berkaitan dengan masalah-masalah yang terjadi di negara tersebut. Sebagian besar publik Mesir merasa geram dengan Mubarak, yang sudah menjadi penguasa selama 30 tahun. Alasannya klasik, Mubarak dinilai gagal menyelesaikan masalah keadilan sosial, pengangguran dan meningkatnya harga komoditi. Protes pun mulai terjadi di penjuru Mesir secara nasional dengan label "Hari Kemarahan".
Husni Mubarak bisa dikatakan sebagai pihak yang netral bagi pertikaian antara Israel-Palestina, walaupun tindakannya ini dikecam berbagai kalangan muslim karna dinilai akibat takut akan kekuatan AS. Setidaknya sebagai pihak yang menetralkan, dia bisa amat berguna bagi bangsa Palestina. Tetapi konflik-konflik internal yang ada semakin membuatnya jauh terpojok, bahkan sempat di isukan bah wa Mubarak berniat untuk menempatkan anaknya sebagai penerus dari tampuk kepemimpinan di Mesir.
Banyak diisukan bahwa gejolak di Mesir dilatarbelakangi oleh pihak-pihak yang berkepengan di US. Sebelumnya Mubarak adalah salah satu dari sekutu-sekutu US, tetapi seiring dengan makin membesarnya aksi protes terhadap Husni, US sendiri malah menekan Mesir untuk membebaskan aktivis-aktivis anti-pemerintah. Tampaknya hal ini sebagai salah satu dari cara US untuk membentuk suatu system kepemimpinan yang demokratis.
Rakyat biasa pada umumya tidak akan begitu peduli dengan siapa yang memerintah dan sistem apa yang digunakan, selama kesejahteraan masih terjamin. Karena demokrasi tak menjamin apa-apa selain kebebasan fiktif yang buram. Buram karena demokrasi hanya sebuah nama, rakyat tetap saja menderita. Indonesia mungkin menjadi salah satu contoh demokrasi yang kebablasan. Meski kebebasan itu telah ada, tetapi rakyatnya jauh dari kata sejahtera.
Gejolak yang terjadi di Mesir itu sebenarnya bukan peristiwa baru di Indonesia. Pada tahun 1998, aktivis mahasiswa dari penjuru negeri membanjiri jalan utama di Ibu Kota dan menuntut diktator meletakkan jabatannya. Sebelum Pak Harto lengser, Indonesia beru saja menghadapi krisis ekonomi yang menimbulkan kesenjangan dalam masyarakat.
Indonesia sebagai Negara yang lebih dahulu pernah merasakan kepemimpinan ditaktor dan berhasih keluar dari krisis tersebut, bisa di contoh oleh pemerintahan Mesir yang sekarang. Apalagi sekarang ini Husni Mubarak sudah menyatakan mengundurkan diri.